Garis Logo
images

DI HARI BURUH, BAUBAU TANAM 18 RIBU POHON MANGROVE

Upaya untuk menjaga keseimbangan alam dan lingkungan, khususnya di kawasan pesisir, maka bersamaan dengan Liburan Hari Buruh 1 Mei 2018 ini, di Kota Baubau digelar penanaman pohon magrove (bakau) sebanyak 18 ribu pohon yang dipusatkan di Kelurahan Lowu-Lowu Kecamatan Lealea Kota Baubau, yang dipimpin langsung Sekda Kota Baubau, Dr. Roni Muhtar, M.Pd mewakili Wali Kota.

Direalease kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Baubau, H. Idrus Taufiq Saidi, S.Kom, M.Si menjelaskan jika acara digelar pihak Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Kota Baubau dengan menggandeng pihak Pemda, Kodim 1413 Buton, Polres Baubau, pelajar, dan segenap masyarakat di kawasan pesisir.

“Target tanam sebanyak 18 ribu pohon yang tersebar di tiga titik di Lowu-lowu, dan untuk titik pertama yang dipimpin Sekda Bapak Dr. Roni Muhtar, sebanyak 5 ribu pohon berpusat di pesisir kawasan Pasar Lowu-lowu, alhamdulillah kegiatan berjalan dalam suasana yang menyenangkan, sebab dikemas sebagai libur dan wisata mangrove,” ujar Idrus Taufiq.

Secara teknis, Kepala BKIPM Baubau, Arsal, S.St.Pi, MP menuturkan dalam laporannya jika penanaman mangrove ini dilaksanakan rutin setiap tahunnya, dan berlangsung sebulan penuh selama April hingga Mei. “Ini memang rutin digelar dan tahun ini terdapat 47 pelaksana teknis se Indonesia dilaksanakan Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan. Unuk Kota Baubau, puncak pelaksanakaannya dengan penanaman pohon mangrove di pusatkan di pesisir Lowu-lowu,” tandas Arsal.

Ditambahkan fungsi Magrove ini sangat berfaedah bagi alam dan kemanusiaan. “Paling tindak ketika terjadi tsunami di Aceh, hanya pohon magrove yang bisa bertahan menahan arbasi, dan fungsi lainnya sebagai tempat berlindungnya ikan dari habitat laut lainnya,” imbuh Arsal.

Sementara itu, mewakili Wali Kota Baubau, Sekretaris Daerah Dr. Roni Muhtar, M.Pd dalam sambutannya memberi apresiasi besar dengan kegiatan ini termasuk melibatkan pelajar, mengingat pelajar adalah generasi muda pelanjut dan pewaris bagi proses pemeliharaan alam dan lingkungan. Hal ini juga berdasarkan pengamatannya yang pernah dipercaya selaku Konsultan di COREMAP kurang lebih 3 tahun, salah satu fokusnya adalah masalah kelautan, pesisir dan magrove.

“Kegiatan ini harus berkesinambungan, tidak parsial, sebab manfaat mangrove sangat besar dalam melawan efek pemanasan global akibat rumah kaca dan lain sebagainya. Karena itu atas nama pemerintah daerah, menghimbau kepada semua pihak agar gerakan ini berjalan secara terus menerus dan Baubau menjadi kota yang peduli terhadap lingkungan alamnya,” ujar Sekda.

Dijelaskan Roni Muhtar, Mangrove merupakan salah satu ekosistem esensial di dunia yang mendukung sektor perikanan, mengurangi erosi pantai, banjir, menjaga kualitas air pesisir, konservasi keanekaragaman hayati, penyimpanan karbon dan menyediakan bahan-bahan alami penting dan menjadi sumber mata pencaharian bagi jutaan orang. Mangrove tumbuh di 124 negara tropik dan sub- tropik dengan luas mangrove di dunia sekitar 15,2 juta ha. Indonesia bersama dengan empat Negara lainnya (Australia, Brazil, Nigeria, dan Mexico) mewakili 48% dari luas hutan mangrove dunia. Berdasarkan data One Map Mangrove, luas ekosistem mangrove di Indonesia seluas 3,5 juta Ha yang terdiri dari 2,2 juta ha dalam kawasan dan 1,3 juta ha di luar kawasan. Ekosistem mangrove tersebut berada di 257 kabupaten/kota. Sebagian ekosistem mangrove tersebut telah mengalami kerusakan.

Sambutan Sekda lainnya berkaitan dengan penyelamatan ekosistem mangrove baik di Indonesia maupun dunia diperlukan langkah-langkah konkrit, jelas dan implementatif, yaitu: Penetapan kebijakan dan kerangka regulasi dalam pengelolaan ekosistem mangrove yang disesuaikan dengan kondisi dan kearifan lokal. Mendorong promosi manfaat mangrove yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat baik hasil hutan bukan kayu maupun jasa lingkungan (environmental services). Meningkatkan kesadaran, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaannya sehingga masyarakat merasa memiliki dan dapat mengambil manfaat ekonomi, lingkungan dan sosial. Memberikan batasan yang jelas terkait dengan penebangan kayu mangrove. Meningkatkan produktivitas mangrove melalui pengembangan teknologi. Menjalin, meningkatkan, memperkuat kerjasama lintas instansi vertical dan derah yang diarahkan untuk kegiatan rehabilitasi mangrove. Meningkatkan upaya penegakan hukum yang adil dan transparan.

Acara ini digelar dengan sebuatan “Gema Satu Kata” atau Gerakan Masyarakat Sadar Mutu dab Karantina” uyang digelar untuk mewujudkan penyediaan pangan sehatuntuk peningatan gizi masyarakat.