Garis Logo
images

DISKOMINFO BAUBAU GELAR GIAT PENGAMANAN INFORMASI

Kemajuan dunia teknologi Informasi dewasa ini seolah berbanding lurus dengan menurunnya tingkat keamanan informasi (information security) akibat minimnya kesadaran penggunanya. Berkaitan dengan itu, sebagai upaya menumbuh kembangkan pemahaman berkaitan dengan hal tersebut, Pemkot Baubau melalui Dinas Komunikasi dan Infomatika Kota Baubau, kamis pagi ini di Hotel Adiguna Baubau menggelar sosialisasi “Pengamanan Informasi” untuk jajaran pemerintahan di kota ini.

Di release kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Baubau, H. Idrus taufiq Saidi, S.Kom, M.Si menjelaskan jika Sekda Baubau, Dr. Roni Muhtar, M.Pd yang membuka acara ini mewakili Wali Kota Baubau mengingatkan jajarannya untuk benar-benar arif, bijak, serta teliti dalam menjadikan informasi sebagai basis data dalam pengelolaan pembangunan di kota ini.

“Informasi dan data adalah hal yang prinsip dalam manajemen pengelolaan pemerintahan, karenanya ‘kemamanan informasi’ menjadi hal yang sangat penting mengingat tingginya tingkat kebocoran serta manipulasi informasi yang mengakibatkan kesimpang-siuran dan penyalahgunaan yang bisa menghadirkan Hoax dan ujaran kebencian, termasuk penggunaan media sosial yang tudak bisa dan diarahkan kepada kepentingan yang mendekreditkan banyak pihak,” tandas Roni Muhtar.

Pada kesempatan ini pula, ia mengingatkan jajarannya untuk tetap bekerja profesional, menggunakan perangkat teknologi sebagaimana mestinya, dan berharap melahirkan inovasi yang bermaslahat untuk masyarakat Kota Baubau dan Sulawsi tenggara pada umumnya.

Menjadi narasumber di kegiatan ini adalah H. Idrus Taufiq Saidi, S.Kom. M.Si berkaitan regulasi pengamanan informasi, dan Dr. Hamzah, SH. M.I.Kom berkaitan dengan teknis pengamanan informasi, proses dan dampaknya, yang dimoderatori kepala Bidang Persandian Diskominfo Baubaua, Dr. Rusli Iru, M.Pd.

Banyak hal yang menyeruak yang menjadi diskusi dengan sejumlah SKPD di kota ini diantarnya ingatan tentang kesadaran penggunaan perangkat teknologi informasi; agar benar-benar digunakan dalam keadaan safety; Kesadaran untuk menyaring sebelum men-share informasi; berpikir sebelum men-click sebuah informasi; dan memastikan semua perangkat yang digunakan aman dari pnyalahgunaan, termasuk dampak hukum akibat penyalagunaannya.

Pada sosisalisasi ini pula diingatkan semua pihak agar penyaluran informasi melalui media sosial untuk dipertimbangkan secara teknis, dan kondisional. “Informasi dengan data yang benar dan valid saja, jika disebarluaskan bukan pada tempatnya, juga akan menimbulkan efek yang kurang baik. Apalagi informasi pada hakikatnya sudah menjadi wilayah primer dalam kehidupan manusia,” papar Idrus Taufiq.**