Garis Logo
images

HADO HASINA INGATKAN WARGA SOAL SAMPAH

Penjabat Wali Kota Baubau, Dr. Ir. H. Hado Hasina, MT minggu pagi ini (25/2) di Pelataran Kota Mara mengingatkan kepada segenap warga Kota Baubau untuk tetap memiliki kepedulian terhadap persoalan sampah di kota ini. Hal itu ia kemukakan dalam launching ‘infaq dan sadaqah sampah’, yakni sebuah program pengadaan ‘bank sampah’ yang siap mengubah sampah menjadi penghasilan tambahan atau bernilai ekonomi bagi masyarakat. Program ini digagas melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Baubau.

Dilaporkan Kadis Komunikasi dan Informatika Kota Baubau, H. Idrus Taufiq Saidi, S.Kom., M.Si daru acara tersebut, bahwa pihak nstansi terkait menyediakan 15 spot titik bank sampah di Kota Baubau, yang ke depannya benar-benar punya managemen pengelolaan, sehingga warga diaharapkan berpartisipasi penuh di dalamnya. Launching ini sebagai bagian dari Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang bertema, “Sayangi Bumi, Bersihkan Dari Sampah”, yang digagas berjalan 3 ke depan berturut-turut.

Program ini merupakan kebijakan nasional, berdasarkan UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta PP Nomor 81 Tahun 2013 tentang Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga. Bahkan melalui Perpres 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan Nasional Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga maupun berbagai kegiatan lainnya seperti pengembangan bank sampah, sampah menjadi energi, serta berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, penjabat wali kota berharap TPA yang berada di kilometer 6 Baubau dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. “Sampah bisa menghasilkan energi listrik juga dapat dimanfaatkan sebagai produk daur ulang sehingga suatu saat sampah daerah tetanggapun bisa dibeli,” tandas wali kota.

Namun begitu, Hado Hasina mengingatkan bila program ini sebagai bentuk inovasi pengelolaan persampahan sehingga tidak menjadi masalah serius bagi masyarakat. Karena itu jauh lebih penting adalah kesadaran dan kepedulian terhadap sampah itu sendiri, termasuk komitmen pemerintah untuk menyediakan infrastruktur pengelolaan, fasilitas angkutan, hingga pengelolaan TPA kilometer 6 yang lebih modern dan profesional.