Garis Logo
images

HARDIKNAS DAN HARI OTONOMI DAERAH DIGELAR DALAM SATU UPACARA

Berpusat di Pelataran Palagimata Balai Kota Baubau, Rabu 2 Mei 2018 hari ini digelar upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang berlangsung secara meriah dan hikmad dalam suasana pagi yang cerah. Upacara Hardiknas ini digelar secara bersamaan dengan Hari Jadi Otonomi Daerah ke XXII tingkat Kota Baubau.

Direlease kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Baubau, H. Idrus Taufiq saidi, S.Kom, M.Si bahwa berkaitan dengan digelarnya secara bersamaan dua hari nasional itu membuat Wali Kota Baubau, Dr. Ir. H. Hado Hasina, MT membacakan dua sambutan Menteri sekaligus, yakni sambutan Mendagri Tjahyo Kumolo dan sambutan Mendikbud RI, Muhadjir Efendy.

Dalam sambutan Mendagri berkaitan Otonomi Daerah, Hado membacakan pesan khusus kepada semua anak bangsa untuk tetap bekerja secara profesional, penuh kreativitas dan berinovasi. “Jangan takut berinovasi, sebab hanya inovasi yang tidak memiliki pelanggaranpidana. Tentu berkaitan dengan kemaslahatan ummat manusia. “ tegasnya.

Mendagri juga menyampaikan perubahan positif dengan hadirnya Otonomi Daerah yang telah berjalan kurang lebih 22 tahun dipandang telah membawa perubahan besar bangsa Indonesia dengan penduduknya sebanyak 261 juta jiwa dengan keragaman suku bahasa dan agama. “yang terpenting dari semua itu adalah membangun kekompakan, menjaga persatuan dan kesatuan, serta senantiasa memelihara semangat kebangsaan, sebab Indonesia kini telah bergerk maju dan sejajar dengan bangsa-bangsa lainnya di dunia,” imbuh Mendagri.

Hal yang tak lupa dipesankan mendagri Tjahyo Kumolo adalah di tahun 2018 ini ada agenda besar sebagai rangkaian dari pesta demokrasi yakni penyelenggaraan Pilkada Serentak di 171 daerah di Indonesia, meliputi Pilgub 17 Provinsi, 39 daerah kota dan 115 kabupaten, sebaiknya disikapi dalam kerangka demokrasi yang sehat, dan untuk melahirkan pemimpin yang bisa membawa kemajuan. “kepada para Pasangan calon untuk mengutamakan visi dan misi, bukan saling menyindir dan menjatuhkan satu dengan yang lainnya. Publik juga harus bisa menjaga kekerabatan dalam keragaman pendapat,” tandas mendagri.

Sementara itu berkaitan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang mengambil tema “Menguatkan Pendidikan Memajukan Kebudayaan”, dalam sambutan Mendikbud Muhajdjir Efendi mengingatkan nilai-nilai luhur yang ditanamkan tokoh pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantoro.

“Agar Hari Pendidikan tahun 2018 ini dijadikan momentum untuk merenungkan hubungan erat antara pendidikan dan kebudayaan sebagaimana tercermin dalam ajaran, pemikiran, dan praktik pendidikan yang dilakukan Ki Hajar Dewantoro. Hardiknas ini juga dijadikan muhasabah, mesu budi, atau refleksi terhadap usaha-usaha yang telah kita perjuangkan di bidang pendidikan. Dalam waktu yang bersamaan kita menerawang ke depan atau membuat proyeksi tentang pendidikan nasional yang kita cita-citakan, ujar Mendikbud dibacakan Wali Kota Hado Hasina.

Hal yang diungkap adalah pendidikan juga harus menyiapkan tenaga technocraft, tenaga terampil dan kreatif, yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap perubahan dunia kerja yang kian cepat dan memiliki kemampuan berpresisi tinggi untuk mengisi teknostruktur sesuai dengan kebutuhan.

Mekipun demikian, pihaknya juga mengakui bahwa belum semua wilayah tersentuh pembangunan infrastruktur yang bisa menjadi sabuk pendidikan dan kebudayaan dalam ikatan ke indonesiaan. “Oleh karena itu pada tahun-tahun mendatang pemerintah akan memberikan prioritas pembangunan infrastruktur pada daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) agar wilatyah-wilayah tersebut terintegrasi dan terkoneksi ke dalam layanan pendidikandan kebudayaan,” imbuhnya.

Guru, orangtua dan masyarakat juga harus menjadi sumber kekuatan untuyk memperbaikikinerja dunia pendidikan dan kebudayaan dalam menumbuhkembangkan karakter dan literasi anak-anak Indonesia. “Tripusat pendidikan tersebut harus simultan menjadi lahan subur tempat persemaian nilai-nilai religius, kejujuran, kerja keras, gotong royong, dan seterusnya bagi penerus kedaulatan dan kemajuan bangsa.

“tantangan eksternal yang muncul yaitu Revolusi Industri 4.0 yang bertumpu pada cyber physical system yang telah mengubah perikehidupan masyarakat. Artificial intelegence, internet of things, 3D printing, robot, dan mesin-mesin cerdas secara besar-besaran menggantikan tenaga kerja manusia, “ tandas Mendikbud.

“Oleh karena itu mau tidak mau, dunia pendidikan dan kebudayaan harus terus menerus menyesuaikan dengan dinamika tersebut. Cara lama tak mungkin lagi diterapkan untuk menagggapi tantangan eksternal. Reformasi sekolah, peningkatan kapasitas, dan profesionalisme guru, kurikulum yang hidup dan dinamis, sarana dan prasanara yang andal, serta teknologi pembelajaran yang mutakhir menjadi keniscyaan pendidikan kita,” tutup Mendikbud.

Upacara bendera ini berakhir pada pukul 10.00 wita, dan selanjutnya hiburan dan pemenasan tari kolosal dari sejumlah pelajar SMP dan SMU se Kota Baubau ikut memeriahkan Hardiknas kali ini, ditutup dengan pementasan musik ‘happy birthday’ menjadi penyemarak suasana.

Upacara dihadiri segenap anggota Forkompimnda, Ketua DPRD Kota Baubau, H. Kamil Ady Karim dan wakilnya La Bara AMKL, serta beberapa kelompok organisasi sosial kemasyarakatan di Kota Baubau.