Garis Logo
images

Kasambu-Sambu, Halal Bilhalal di Utara Kota Baubau. Meriah

Bangsa Buton banyak mewariskan tradisi dan budaya keislaman. Mereka pandai mengemas berbagai even menjadi cara untuk bersatu, saling peduli, dan berjabat tangan mensyukuri nikmat Tuhan. Mereka tahu bahwa kehidupan di lautan, di ladang-ladang, bahkan di perantauan adalah rahmat yang harus di syukuri. Mereka sepakat momen pascalebaran seperti Idul Fitri adalah arena untuk kembali berkumpul sesama warga kampung. Disebutnya, Kasambu-sambu.

Kasambu-sambu ini bisa disebut halal bilhalal versi warga “Lowu-lowu Raya” meliputi kampung Lowu-lowu itu sendiri, Kolese, kampung Mardadi dan beberapa kawasan di sekitarnya. Perkampungan ini terletak di utara perkotaan, yang secara administratif terletak di Kecamatan Lea-lea Kota Baubau. Penduduknya boleh dibilang pembauran etnis Buton dan Muna, dengan dialeg bahasanya sedikit berbeda dengan bahasa daerah lainnya di rumpun Buton-Muna.

“Akhir prosesi Kasambu-sambu ini bermakna pemberi semangat, inspirasi untuk beraktifitas kembali pascalebaran dan berkumpul dengan sanak keluarga. Ini juga modal besar membangun kampung kami di Kolese ini,” tandas La Ode Aswad, S.Sos.M.Si – di Selasa siang ini (3/7). La Ode Aswad adalah tokoh masyarakat di sana yang juga dikenal sebagai Asisten Administrasti Tata Pemerintahan Setda Kota Baubau.

Ia pun bertutur jika rangakaian Kasambu-sambu ini punya tahap yang dalam prosesinya; dimulai dari pengagungan penyambutan tamu dengan Tarian Mangahu sebagai simbolisasi perlindungan, rasa aman dan penghormatan para tetamu. Bahkan tetamu juga disambut dengan pennyambutan putri-putri untuk pelayanan kuliner khas warga setempat dan kemudian meyuapi tetamu dengan ragam panganan yang nikmat dan bergizi.

Proses saling meyuapi makanan inilah akar penyebutan Kasambu-sambu atau saling menyuapi, dan selanjutnya menyuguhkan minuman penyegar dahaga sebagai simbol kehausan dari segala beban aktivitas, informasi dan pengetahuan yang diperolehnya kurun waktu setahun.

Sayangnya acara ini di tempatkan di aula kantor kelurahan, sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya yang digelar di lapangan terbuka. Penyebabnya sederhana. Hujan terus mengguyur Kota Baubau sehingga tak memungkinkan dihelat di tempat terbuka.

Dirilis Kepala Dinas Komuniakasi dan Informatika Kota Baubau, H. Idrus Taufiq Saidi, S.Kom. M.Si acara ini begitu ramai dalam kekompakan ratusan warga Kolese dan juga kekompakan kampung sekitar. Belum lagi kehadiran sejumlah elite Kota Baubau, seperti Pj. Wali Kota Dr. Hado Hasina, ketua DPRD Baubau, H. Kamil Ady Karim, Sekda Kota Baubau Dr. Roni Miuhtar, perwakilan Forkopimda, segenap pimpinan SKPD, Camat dan Lurah.

“Warga Kolese punya visi besar dengan prosesi Kasambu-sambu ini, mereka kompak bersatu, maju dan bermartabat. Kebahagiaan warga semakin besar dengan hadirnya Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih, Bapak AS. Tamrin dan Bapak La Ode Ahmad Minianse. Beliau hadir memberi motivasi untuk kita rukun dalam keanekaragaman, agar semua bisa berjalan dengan baik, lancar dan intinya tetap mengutamakan persatuan dan kesatuan sebagai sesama anak negeri,” kata Idrus Taufiq.

Pj. Wali Kota Hado Hasina sendiri saat memberi sambutan menyampaikan ke depan acara ini hars mendapat perhatian, bantuan dan dukungan pemerintah, khususnya sektor infrastruktur agar lebih memotivasi dan mendatangkan dampak ekonomi, sehingga masyarakat menerima manfaat dari pesta adat Kasambu-sambu ini