Garis Logo
images

LAKINA BHAWANGINA SULAWESI TENGGARA, GELAR ADAT BUTON UNTUK GUBERNUR SULTRA

Penghormatan nilai adat budaya sebagai bagian penting dari proses pembangunan di Kota Baubau, benar-benar ditonjolkan kepemimpinan Pj. Wali Kota Baubau, Dr. Ir. H. Hado Hasina, MT. Hal ini ditunjukkan dengan “Tujuan pembangunan Kota Baubau” yang dikemas dengan sematan tajuk “Atumpu Yincana Mangamia Bari” atau Kepuasan Publik (Customer Satisfaction), maka penghargaan kelembagaan adat dari pihak berenang pun didorong untuk diberikan kepada petinggi Sulawesi Tenggara.

Seperti hari ini gelar adat Buton diberikan kepada Pj. Gubernur Sulawesi Tenggara, Drs. H. Teguh Setyabudi, M.Pd yang disemati gelar adat Buton “ Lakina Bhawagina Sulawesi Tenggara” atau pemimpin bijaksana Sulawesi Tenggara.

Direleas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Baubau H. Idrus Taufiq Saidi, S.Kom/, M.Si, kepada sejumlah media massa bahwa pemberian gelar adat ini disematkan langsung Sultan Buton ke-40, YM. dr. La Ode Izaat Manarfa, M.Si kepada gubernur Teguh Setyabudi. “Salah satu bentuk dan upaya dari Kepemimpinan Bapak Wali Kota Hado Hasina dalam menghidupkan sendi-sendi budaya di Kota Baubau, yang kemudian Lembaga Adat terlibat langsung dalam penyerahan gelar ini kepada Gubernur Sultra,” tandas Idrus Taufiq.

Pada penyematan gelar tersebut Sultan Buton ke-40, YM. dr. La Ode Izaat Manarfa, M.Si dalam sambutannya mengatakan jika gelar kehormatan ini sebagai bentuk persaudaraan dan kekerabatan sekaligus menjadi sesepuh di Kesultanan Buton. “Gelar ini bentuk persaudaraan dan kekerabatan sekaligus menjadi sespuh Kesultanan Buton dan resmi menjadi orang Buton,” tegas Izaat Manarfa yang juga putra sesepuh Sulawesi Tenggara La Ode Manarfa, dikutip Idrus Tufiq.

Atas pengahragaan tersebut Gubernur Teguh Setyabudi dalam sambutannya mengatakan jika dirinya makin mencintai daerah ini, sekalgus bangga dengan kearifan lokal masyarakat Buton, termasuk menjadikan gelar kehormatan tersebut sebagai pesan pengingat agar dirinya bisa memipin Sulawesi Tenggara dengan baik, bijak, peduli dan menjaga nama besar Kesultanan Buton di mana pun ia tinggal, termasuk dalam kepemimpinannya di Sulawesi Tenggara.

“Gubernur dan Wali Kota tentu merasa bangga dengan pemberian gelar kehormatan ini, sebagai bagian dari proses pembangunan di Kota Baubau, khususnya di bidang budaya, sebab salah satu point visi besar kepemimpinan Wali Kota Hado Hasina adalah memajukan Baubau sebagai kota budaya, disamping sebagai kota perdagangan dan jasa yang maju, untuk tercapainya tujuan pembangunan kota ini “Atumpu Yincana Mangamia Bari, ujar Idrus Taufiq yang dikenal pula sebagai cucu langsung dua Sultan Buton yang pernah memerintah, yakni Sultan Buton ke-37 YM. La Ode Hamidi, dan Sultan Buton ke-38, YM La Ode Falihi.

Disampaikan Kadis Kominfo ini, jika kedatangan Gubernur Teguh Setyabudi di Kota Baubau selain menghadiri pemberian gelar tersebut, juga melakukan soft opening pengembangan Kawasan Ekowisata berbasis Masyarakat yang dipusatkan di pantai Nirwana Baubau pada hari yang sama.