Garis Logo
images

Loka POM Baubau Diresmikan, 5 Daerah Musyawarah di Baubau

Kota Baubau belakangan ini menunjukkan geliat dinamisnya. Sejumlah kelembagaan pemerintah didirikan guna menunjang jalannya roda pemerintahan, pembangunan, dan sosial kemasyarakatan. Paling teranyar, adalah diresmikannya Kantor Loka Pengawasan Obat dan Makanan (Loka POM) Baubau, pada Sabtu siang ini, 15 September 2018 oleh Sekretaris Daerah, Dr. Roni Muhtar, M.Pd atas nama Pj. Wali Kota Baubau, Dr. Ir. H. Hado Hasina, MT yang dipusatkan di Hotel Mira Baubau.

Acara ini juga mengemas kegiatan Koordinasi Lintas Sektor dan Sosialisasi Kelembagaan Badan POM RI yang digelar pihak BPOM Kendari dengan menghadirkan Kabuaten Kota yang ada di sekitar Kota Baubau. Semnatara pihak terkait yang dihadirkan berasal dari sejumlah OPD diantaranya Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan, Dinas Perindustrian, Bea Cukai, KPPP, Karantina ,dan Loka POM dari berbagai daerah.

Dirilis Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Baubau, H. Idrus Taufiq Saidi, S.Kom., M.Si bahwa peresmian Loka POM Baubau ini disaksikan langsung kepala BPOM Kendari, Leonard Duma dan Kepala Loka POM Baubau, Dra. Mirnawati Purba, Apt, yang baru saja bertugas sejak 14 Agustus 2018 lalu berdasarkan Keputusan Kepala BPOM Pusat Nomor HK.04.01.1.242.08.18.4076, tanggal 14 Agustus 2018.

Saaat meresmikan, Sekda Dr. Roni Muhtar mengapresiasi penempatan kantor Loka POM Baubau ini sebagai uapaya untuk terus meninkatkan kinerja dan pengawasan penggunaan obat dan makanan di Kota Baubau dan sekitarnya.

“Kota Baubau adalah daerah terbuka, menjadi pusat pergerakan ekonomi di Kepulauan Buton, sehingga sangat penting pula pengawasan obat dan makanan secara simultan dan berkelanjutan,: tandas Roni Muhar disaksikan sejumlah perwakilan perwakilan dari Kabuopaten Buton, Buton Utara, Buton Tengah dan Buton Selatan.

Dra. Mirnawati Purba, Apt sebagai Kepala Loka POM di Kota Baubau pun dalam sambutannya mengapresiasi langkah Pemkot Baubau berkaitan dengan fasilitas Loka POM Baubaua dan rencana perkantoran yang dibangunnya. “Juga diharapkan akan membantu pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan obat dan makanan yang beredar di masyarakat," kata Mirnawati Purba.

Halnya dengan Kepala BPOM Kendari – Leonard Duma yang ikut membenarkan kondisi geografis Kota Baubau sebagai kawasan yang terbuka yakni berdekatan dengan provinsi bahkan negara lain, sehingga diperlukan pengawasan peredaran makanan maupun obat-obatan."Peredaran obat dan makanan di Baubau dan sekitarnya terkadang tidak terkontrol terutama kualitas produk, sehingga dibutuhkan pengawasan ekstra," katanya.

Leonard menjelaskan, pengawasan ke pulau-pulau jauh dari pusat ibu kota provinsi dibutuhkan perpanjangan tangan dari stakeholder di kabupaten dan kota. Kehadiran Loka POM bukan hanya melakukan pengawasan, tetapi memberikan pemahaman kepada masyarakat untu teliti dalam membeli produk yakni melihat tanggal kadaluarsa, kondisi kemasan.

Secara umum diketahui jika BPOM mempunyai tugas menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang pengawasan Obat dan Makanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Obat dan Makanan terdiri atas obat, bahan obat, narkotika, psikotropika, prekursor, zat adiktif, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan.