Garis Logo
images

Memodernkan Sektor Transportasi Kota Baubau

Beberapa bulan terakhir ini, Penjabat Wali Kota Baubau Dr. Ir. H. Hado Hasina, MT berusaha keras mewujudkan impiannya, menaikkan level transportasi darat perkotaan di Baubau dalam desain lebih modern, memiliki cita rasa, sekaligus menjadi ruang publik bagi warga perkotaan. Juga terdapat sentuhan ‘rest area’ yang menjadi titik mampir para pengguna kendaraan, baik dari kawasan Buton Utara, Pasarwajo dan wilayah di selatan Pulau Buton.

“Pak wali kota telah melakukan soft opening penggunaan terminal Warumusio dan mini Rest Area di sana. Karenanya diikuti pula dengan sosialisasi kepada pemerintah dan warga setempat yang dilaksanakan Sabtu kemarin, 4 Agustus 2018. Ini bertujuan agar keberadaan fasilitas transportasi itu benar-benar dimaksimalkan dan memberi multiplair effeck bagi masyarakat,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Baubau, H. Idrus Tufiq Saidi, S.Kom., M.Si dalam releasenya kepada media massa hari ini.

Keseriusan Hado Hasina dimulai dengan menggandeng Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara, lembaga yang merupakan jabatan struktural yang kini dipegangnya di level provinsi, untuk mensosialisasikan Desiminasi penyelenggaraan Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara, aktivasi Terminal Tipe B dan Rest Area di Kota Baubau. Acara ini digelar di Ballroom Hotel Rajawali kemarin.

Wali Kota Hado Hasina tak hendak jalan sendiri, ia meyakinkan banyak pihak yang berkaitan langsung, dari Makodim 1413 Buton, Mapolres dan jajaran Forkopimda lainnya di kota ini. Juga tak kalah pentingya instansi teknis seperti Dinas Perhubungan Kota Baubau, pihak Jasa Raharja, camat dan lurah setempat.

“Termasuk para supir angkutan umum yang keluar masuk Kota Baubau. Karena merekalah pelaku angkutan darat, penting dibenahi dan diberi pemahaman tentang penggunaan fasilitas terminal dan rest area ini,” tandas Idrus mengutip sambutan wali kota Hado Hasina.

Tak luput dari paparan wali kota adalah pentingnya ketersediaan areal arkir perkotaan, sebab Kota Baubau telah menujukkan dinamika perkotaannya dengan kepadatan arus lalulintas, khususnya di kawasan-kawasan jasa dan perdagangan, harus tersedia area parkir yang mencukupi agar lalulintas tak tampak sembrawut.

Tentu secara kuantitas dibutihan kesiapan sumber daya manusia untuk mengatur lalu lintas perkotaan, pengawasan terminal, dan rest area. Karenanya saat ini kebijakan wali kota melalui Dinas Perhubungan Kota Baubau mengadakan sejumlah tenaga lapangan untuk membantu kenyamanan berlalulintas. Paling tidak, kini sektor transportasi darat Kota Baubau telah memperlihatkan wajah baru belakangan ini.