Garis Logo
images

MUSRENBANG TINGKAT KOTA BAUBAU HADIRKAN TIGA AHLI BERKUALIFIKASI INTERNASIONAL

Upaya untuk menghasilkan kualitas perencanaan pembangunan yang berkualitas, berdaya saing dan mampu menyerap aspirasi dan partisipatif masyarakat, maka pelakasanaan Musrenbang Tingkat Kota Baubau yang digelar di Aula Palagimata Kamis Pagi ini (22/3) menghadirkan tiga ahli dengan perencanaan perkotaan berkualifikasi nasional dan internasional; masing-masing Prof. Dr. Ir. Sumbangan Baja, M.Phil – Guru Besar Unhas Makassar; Ridwan Sutriadi, ST,MT,Ph.D – Dosen Sekolah Arsitektur P2K Institut Teknologi Bandung dan Dr. Yayat Supriatna, MSP – dosen lanskacape dan teknologi Universitas Trisakti Jakarta, diskusi dipandu langsung Dr. H.Andi Tenri Mahmud, M.Si, sosiolog Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau.

Di release Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Baubau, H. Idrus Taufiq Saidi, S.Kom.M.Si bahwa atas kehadiran para ahli tersebut, Pj. Wali Kota Baubau, Dr. Ir. H. Hado Hasina, MT dalam sambutannya mengatakan hadirnya para ahli ini untuk bisa mengisnpirasi pembangunan di tahun 2019; isa menghasilkan perencanaan yang lebih smart, terukur dan partisipatif.

“Pedoman RPJMD 2013-2018 telah berakhir per 31 Januari 2018, sehingga perlu membuat dokumen lainnya yang bisa menyambung keberlangsungan pembangunan. Karenanya kita hadirkan RPJMD teknokratik yang saya sebut dengan RPJMD Transisi, yang bisa berlangsung beberapa bulan, dn paling tidak menjadi pedoman menyusun APBD 2019,” tandas Wali Kota.

Oleh karena itu kata wali kota Hado Hasina, bahwa Musrenbang hari ini mampu melahirkan program realistik, mendesak, dan dibutuhkan daerah yang berasal dari aspirasi masyarakat melalui rapat Musrenbang tingkat kelurahan dan kecamatan yang diselenggarakan sebelumnya. “Karenanaya saya mengapresiasi pihak Bappeda yang telah meemberi insentif kepada kelurahan, kecamatan dan SKPD yang sangat serius dan bersungguh-sungguh melakukan Musrenbang,” papar wali kota.

Wali Kota Hado mengingatkan jika tujuan pembangunan di Kota Baubau adalah memberikan dan mewujudkan kepuasan masyarakat Baubau itu sendiri, sehingga pola yang dilakukan sejatinya bukan pola normal, sebagaimana prinsip sukses yang telah diberikan kepada jajarannya yakni prinsip “Pokana Pongipi; Simbiti; Kaleru YindaNdapokia Somanamo amalape haejati; Tapekadei Mingkuta; Sodamparagigi,”

Hal lain yang ditegaskan jika Baubau adalah pusat perdagangan dan jasa dengan tumbuhnya ekonomi kreatif, karenanya perlu melibatkan pihak swasta untuk berperan di kota ini. “Saya meyakini di Baubau ini ada pemilik uang yang lebih besar dari APBD Baubau, mereka itu harus diberi tempat. Mereka itu disebut sebagai RPJMD Non APBD yang disebut pula sebagai Privat Publik Partnership, Baubau ini kota bukan Labungkari” sindir wali Kota.

Dilaporkan kepala Bappeda Abdul Rahim, SE, M.Si melalui sekretarisnya H. Andi Hamzah, S.Sos, M.Si bahwa pelaksanaan Musrenbang sebelumnya telah menghasilkan 1.133 kegiatan rutin dan 834 kegiatan strategis. Sementara apresiasidiberikan kepada 3 kelurahan masing-masing; Kelurahan Liwuto, Kaesabu Baru dan Tanganapada, dengan insentif yang diperoleh sebesar Rp 25. Juta

Untuk kecamatan diperoleh insetif Rp 35 jjta; masing-masing Kecamatan Sorawolio dan Betiambari; sementara SKPD yang meperoleh insentif sebesar Rp 20 juta diperoleh Dinas Perindustrian dan perdagangan; Dinas Sosial dan Tenaga Kerja; dan Dinas Pertanian.

Pemberian penghargaan ini diterimakan langsung oleh Walikota dan Sekda Kota Baubau Dr. Roni Muhtar, M.Pd. Acara Musrenbang dihadiri sejumlah elite di Kota Baubau, pihak perguruan tinggi, LSM dan Ormas disaksikan pula pihak Bappeda Provinsi Sulawrsi Tenggara- Ir. J. Robert.