Garis Logo
images

Pemkot Baubau Sambut Baik Kehadiran UMU Buton

GAIRAH kemajuan dunia pendidikan di Kota Baubau belakangan ini sangat kompetitif dan makin bergairah dengan kehadiran satu lagi perguruan tinggi di kota ini, yakni Universitas Muslim (UMU) Buton yang baru saja diresmikan pengoperasiannya oleh Lembaga Layanan (L2) Dikti, 6 Juli 2019 yang dipusatkan di gedung Maedani Baubau. Hal ini direspon positif oleh Pemerintah Kota Baubau sebagi lokus dari kampus tersebut.

Universitas Muslim Buton didirikan oleh Drs. H. Ibrahim Marsela, MM sekaligus ketua yayasan dari perguruan tinggi ini. Ibrahim dikenal sebagai birokrat mantan Wakil Wali Kota Baubau, mantan Kadis Pariwsata Sultra dan dikenal pula sebagai pengusaha kawakan di kawasan Kepulauan Buton.

Dirilis Kepala Dinas Komunikasi dan Informartika Kota Baubau, Drs. Sadarman, M.Si menyebutkan respon positif tersebut dikemukakan langsung oleh Wakil Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Minianse yang memberikan sambutan mewakili Wali Kota Dr. H. AS. Tamrin, MH.

"Bapak Wali Kota Baubau sangat mengharapkan Universitas Muslim Buton ini dapat membangun sumber daya manusia yang berkualitas, selalu meningkatkan dan memperkuat basis pendidikan masyarakat, sebab sumber daya manusia menjadi salah satu ukuran keberhasilan suatu negeri sehingga kehadiran ini benar-benar berkontribusi positif," ujar La Ode Ahmad Monianse.

Disebutkan bila kehadiran kampus ini bersesuaian dengan visi Kota Baubau yaitu sebagai kota yang maju sejahtera dan berbudaya yang didukung oleh 6 misi dan ditopang oleh 4 pilar, dan salah satu pilarnya adalah pilar sumber daya manusia, sehingga benar-benar kehadiran kampus-kampus di kota ini adalah kontribusi positif dari perwujudan visi misi besar kita semua.

"Kedua, diharapkan kehadiran kampus-kampus ini untuk selalu mengadakan studi-studi kebijakan untuk di sumbangkan kepada pemerintah daerah dan studi-studi yang sifatnya evaluatif. Ketiga, diharapkan agar Universitas Muslim Buton dapat mengembangkan model-model pembangunan dan mempertimbangkan sektor-sektor unggulan. Keempat, membangun kerjasama antar universitas, perguruan tinggi, pemerintah daerah dan masyarakat seperti menyangkut penyusunan-penyusunan kebijakan, RPJMD, studi-studi spesifik, kajian-kajian terhadap program-program nasional yang masuk di daerah," tandsanya.

sementara poin keliama, Wali Kota Baubau sangat mengharapkan agar Universitas Muslim Buton memantapkan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai wujud pemihakkan kepada penduduk miskin, misalnya membuat kgiatan-kegiatan yang bisa mengembangkan ekonomi kerakyatan. keenam Wali Kota juga mengharapkan kepada Universitas Muslim Buton agar dapat membantu mengarahkan partisipasi masyarakat melalui lembaga-lembaga yang akan dilahirkan oleh universitas ini untuk dapat berkontribusi pada pembangunan daerah," paparnya.

Sementara itu, mewakili Gubernur Sultra, Asisten Sambutan Asisten 1 Setwilda Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. Syarifuddin Safaa menyebutkan dalam sambutannya bila kehadiran perguruan tinggi di sebuah daerah merupakan nilai tawar tertentu buat sebuah sebuah daerah, selin itu dua nilai output yaitu ouput skil untuk sumber daya manusianya dan inovasi buat daerah itu.

Karena itu Pemprop Sultra mengucapkan selamat atas berdinya Universitas Muslim Buton di Kota Baubau Sulawesi Tenggara, dengan doa dan harapan semoga Lembaga Pendidikan ini kedepan menjadi Lembaga Pendidikan yang aktif dalam upaya mencerdaskan generasi bangsa, terutama di Sulawesi tenggara dan Kepulauan Buton.

dipaparkan Syarifuddin, pembangunan pendidikan di Sultra harus terus mendapatkan perhatian dari kita semua yang musti di wujudkan dalam berbagai kebijakan strategis secara terpadu, terintegrasi dan konprehensif, serta berkelanjutan dalam rangka membangun sumber daya manusia yang memiliki kecerdasan intelktual kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual yang mendalam, melalui berbagai jalur Pendidikan, utamanya jalur Pendidikan formal.

ini pula berkaitan dengan program “Sultra Cerdas”. Program sultra cerdas adalah program di bidang Pendidikan yang dimulai dari proses penganggaran hingga monitoring untuk membangun generasi muda Sulawesi tenggara yang cerdas, berkarakter, dan berbudayasaing tinggi, agar mampu kompetetif dalam memegaruhi era masyarakat ekonomi ASEAN dan era industry 4.0, kebijakan Pendidikan ini di maknai sebagai pengaturan alokasi distribusi dan sumber daya dalam rangka pemerataan akses Pendidikan bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara, khususnya masyarakat yang kurang mampu dan masyarakat berprestasi.

"itu adalah harapan juga bagi kami Pemerinta Provinsi Sulawesi Tenggara agar kampus ini bisa betul-betul bermitra dengan pemerintah provinsi agar dapat semua masyarakat Sulawesi Tenggara mengenyam pendidikan perguruan tinggi," imbuhnya.

Pengoperasian UMU Buton ini langsung oleh Kepala Lembaga layanan (L2) Dikti Wilayah IX Sulawesi - Prof Dr.Jasruddin, dengan dihadiri beberapa elite daerah seperti Sekda Kota Baubau Dr. Roni Muhtar, M.Pd, perwakilan Dandim 1413 Buton, Perwakilan Pokres Baubau, Ketua PBNU Bidang Pendidikan, Rektor Unidayan Baubau, Rektor UM-Buton, sejumlah akademisi, politisi, dan tokoh-tokoh masyarakat di daerah ini.