Garis Logo
images

Peringatan Tahun Baru Islam Telah Melekat di Hati Warga Baubau

Pemerintah Kota Baubau dan warganya mulai terbiasa meramaikan pergantian tahun baru Islam, yang dikenal dengan penanggalan 1 Muharram setiap tahunnya dalam kalender hijriah. Hal ini ditandai dengan ragam jenis kegiatan untuk meramaikan pergantian tahun ini, seperti jalan santai, aneka jenis perlombaan bernuansa Islam, hingga istigozah tahunan seperti yang digelar Senin Sore ini, 10 September 2018 di Baruga Keraton Buton.

Kadis Komunikasi dan Informatika Kota Baubau, H. Idrus Taufiq Saidi, S.Kom., M.Si., merilis jika peringatan tahun baru Islam 1 Muharram 1440 H tentu agak berbeda dengan tahun baru masehi setiap 31 Desember yang penuh kemeriahan.

“Aroma peringatan 1 Muharram 1440 Hijriah tahun ini lebih variatif dibanding tahun-tahun sebelumnya, tetapi puncaknya iztigozah yang dipusatkan di Baruga Keraton, menghadirkan penceramah yang dinamis, yang dihadiri ratusan stakeholder di kota ini, intinya 1 Muharram sebagai tahun baru Islam telah melekat di hati warga Kota Baubau” tandas H. Idrus.

Jika tahun sebelumnya istigozah menghadirkan Uztads Dr. Saad Latif, Ph.D, maka tahun 1440 Hijriah menghadirkan pencermah yang tak kalah berkualitas, dinamis, penuh humor, tetapi juga meresap ke relung hati pendengarnya yakni Uztads H. Arifuddin Lewa, S.H.I, M.H.I dari Kota Makassar.

Uztads Arifuddin dengan penuh humor namun penuh makna dalam ceramahnya, mengajak tahun ummat Islam di Kota Baubau sebagai momentum untuk berhijrah. “Hijrah adalah perubahan jati diri, kemampuan mengubah diri menjadi lebih baik, kemampuan untuk bisa menjalankan ajaran Agama Islam seperti Salat dan ibadah-ibadah lainnya,” tandasnya.

Hal lain kata Ustads yang dikenal pernah menjadi anggota legislatif di Sulawesi Selatan ini, bahwa 1 Muharram 1440 Hijriah dimaknai sebagai pola mengubah sikap dan prilaku, menghindari dan mengurangi kebohongan, memuliakan daerah dengan ibadah, memperbanyak membaca Alquran, sehingga rahmat Allah SWT tercurah untuk Kota Baubau, dan menghindarkannya dari bala bencana negeri seperti yang terjadi di Nusa Tenggara Barat berupa bencana alam Gempa Bumi.

Ia juga menghimbau kepada Pemerintah Kota Baubau, agar menunjukkan keberpihakannya terhadap pembinaan keagamaan, sejenis penghargaan pada qari-qariah dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran, honorarium penegak dan pengokoh agama seperti Imam Masjid dan perangkatnya.

“Bisa dibayangkan atlet berprestasi diberi bonus berjuta-juta bahkan miliran rupiah, sementara di loma MTQ hadiahnya tak lebih dari Rp. 3 juta. Harus ada keberimbangan sebab agama akan memberikan keberkahan terhadap negeri,” pinta Ustads Arifuddin.

Sebelum dakwah ini di gelar, pemerintah melalui Sekretaris Kota Baubau, Dr. Roni Muhtar, M.Pd yang mewakili Pj. Wali Kota Baubau meminta jajarannya dan segenap peserta istigozah untuk kompak bersatu membangun Kota Baubau, menghindari fitnah antar sesama, tidak ikut dalam menyebarkan berita hoax, dan membangun diri penuh akhlak.

“Agar Kota Baubau semakin menjadi kota yang nyaman untuk di huni, penuh hubungan silaturrahmi antar warganya, dan bersama-sama mewujudkan Kota Baubau sebagai kota yang maju, sejahtera dan berbudaya,” urai Dr. Roni Muhtar.

Hal lain yang disampaikan berkaitan dengan perubahan kedisplinan bagi ASN Kota Baubau yang menggunakan momentum tahun baru 1 Muharram sebagai peristiwa penting mengubah dan mengasah, semangat serta pola prilaku kerja yang produktif.

Istigozah tahun ini dihadiri ratusan jamaah yang memadati Baruga Keraton, dari kalanagan ASN, Majelis Taklim hingga organisasi sosial kemasyarakatan. Selain anggota Forkopimda yang hadir, acara ini disaksikan langsung Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Baubau, H. Rahman Ngkaali, S.Ag.,M.Pd. acara diakhiroi dengan Salat berjamaah di Masjid Agung Keraton Buton.