Garis Logo
images

PROF. ROKHMIN DAHURI DAN AS.TAMRIN DUET CERAMAH ILMIAH

Dihadapan ratusan peserta yang memadati balai Palagimata Baubau Rabu pagi ini (17/1), mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, MS dan Walikota Baubau Dr. AS. Tamrin, MH tampil dalam ‘duet ilmiah’ membahas persoalan kualitas sumber daya manusia, dalam acara yang dikemas dengan tajuk ‘cermah umum’.

Tampil sebagai pembicara utama adalah walikota AS. Tamrin yang mengurai persoalan pembangunan SDM menjadi sesuatu yang komprehensif, integral dan holistik, seluruhnya dan seutuhnya. “selain itu meneyesuaikan dengan kearifan lokal yang ada,” tandas doktor ilmu pemerintahan alumni IPDN Jatinangor Bandung ini.

Tamrin menjelaskan, kearifan lokal yang dia kaji dan kemudian ia berupaya mengimplementasikan dalam roda pemerintahannya adalah filsafat Sarapataaguna. “saya berupaya membumikan filsafat Sarapataaguna, tidak menambah apalagi menguranginya. Konsepsi Po-5 itu menyerap filsafat itu dengan pendekatan ilmiah, lalu kemudian diimplementasikan di jajaran pemerintahan, dan tentu berupaya untuk kemasyarakat pula, sebab sangat sarat dengan nilai.” Ujarnya.

Banyak manfaat dengan penerapaan nilai Sarapataaguna ini dalam kehidupan sehari-hari, karena berkaitan erat dari sudut dimensi nilai kepancasilaan yang menjadi ideologi bernegara. “maka wajar saja secara ilmiah diterima, saya menkristalisasinya dengan sebutan Po5, bukan untuk diperdebatkan, tetapi untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, sebab itu nilai utama yang hendak diperoleh dari sana,” pesannya.

Sementara itu sekitar 2 jam lamanya, Prof. Rokhmin Dahuri yang saat ini juga tercatat sebagai guru besar di Intitut Pertanian Bogor mengurai tentang kondisi SDM dan SDA di Indonesia dalam ceramahnya berjudul “Strategi peningkatan SDM untuk mendukung pembangunan ekonomi menuju Kota Baubau yang berkemajuan, sejahtera, dan mandiri”.

Dalam banyak hal, Prof Rokhmin yang kini menjadi ‘penasehat ahli’ Pemkot Baubau mulai memetakan persoalan-persoalan SDM dan SDA Kota Baubau ini untuk kemudian ia membuat redesaan pemetaan tentang konstruksi pembangunan perkawasan dengan menyesuaikan regulasi yang sudah ada sebelumnya dengan prinsip-prinsip pemerintahan modern dan pelayanan masyarakat yang berkualitas.

Mantan menteri di era pemerintahan Gus Dur dan Megawati, punya pengalaman untuk terlibat dalam konsultan pembangunan di Pulau Xianmen – Tiongkok, telah melihat sebuah fenomena pergeseran tata kelola pembangunan daerah yang cocok di terapkan di Kota Baubau, sehingga kota ini ke depan memiliki dampak bagi kawasan Buton Raya dan sekitarnya.

“Intinya pasti akan digenjot kualitas SDM dengan sentuhan kelimuwan, keterampilan dan pengetahuan, tetapi juga dengan kualitas akhlak dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga filosofis ‘baldatun tayyibah warabbun gafur” benar-benar akan terwujud di kota ini. “paling tidak usulan kita budayakan salat jamaah di masjid-masjid, mulai ditanamkan sejak dini, termasuk menjadi program khusus bagi jajaran Pemkot Baubau, untuk menghidupkan aktivitas ini. Bukan hanya Muslimnya, tetapi semua agama benar-benar menjalankan agamanya sebaik-baiknya,” harap Rokhmin.

Secara global ceramah umum Prof Rokhim yang menjelaskan tentang posisi Indonesia di mata dunia dari waktu ke waktu dijelaskan secara ilmiah dan sederhana, sehingga mengundang respon postif dari peserta bahkan banyak diantaranya mengajukan pertanyaan, untuk mendapatkan penjelasan yang lebihb detail, tentang peningkatan kualitas SDM, tentang perekonomian dan majunya pembangunan di sebuah daerah.

Acara yang berakhir pada pukul 13.30 Wita ini dihadiri banyak kalangan, dari birokrasi, sejumlah elit politik, guru-guru dan kelompok pelajar, serta segenap elemen masyarakat di kota ini membaur menjadi satu dan begitu antusias mendengarkan duet ilmiah ini.

Dihadapan ratusan peserta yang memadati balai Palagimata Baubau Rabu pagi ini (17/1), mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, MS dan Walikota Baubau Dr. AS. Tamrin, MH tampil dalam ‘duet ilmiah’ membahas persoalan kualitas sumber daya manusia, dalam acara yang dikemas dengan tajuk ‘cermah umum’.

Tampil sebagai pembicara utama adalah walikota AS. Tamrin yang mengurai persoalan pembangunan SDM menjadi sesuatu yang komprehensif, integral dan holistik, seluruhnya dan seutuhnya. “selain itu meneyesuaikan dengan kearifan lokal yang ada,” tandas doktor ilmu pemerintahan alumni IPDN Jatinangor Bandung ini.

Tamrin menjelaskan, kearifan lokal yang dia kaji dan kemudian ia berupaya mengimplementasikan dalam roda pemerintahannya adalah filsafat Sarapataaguna. “saya berupaya membumikan filsafat Sarapataaguna, tidak menambah apalagi menguranginya. Konsepsi Po-5 itu menyerap filsafat itu dengan pendekatan ilmiah, lalu kemudian diimplementasikan di jajaran pemerintahan, dan tentu berupaya untuk kemasyarakat pula, sebab sangat sarat dengan nilai.” Ujarnya.

Banyak manfaat dengan penerapaan nilai Sarapataaguna ini dalam kehidupan sehari-hari, karena berkaitan erat dari sudut dimensi nilai kepancasilaan yang menjadi ideologi bernegara. “maka wajar saja secara ilmiah diterima, saya menkristalisasinya dengan sebutan Po5, bukan untuk diperdebatkan, tetapi untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, sebab itu nilai utama yang hendak diperoleh dari sana,” pesannya.

Sementara itu sekitar 2 jam lamanya, Prof. Rokhmin Dahuri yang saat ini juga tercatat sebagai guru besar di Intitut Pertanian Bogor mengurai tentang kondisi SDM dan SDA di Indonesia dalam ceramahnya berjudul “Strategi peningkatan SDM untuk mendukung pembangunan ekonomi menuju Kota Baubau yang berkemajuan, sejahtera, dan mandiri”.

Dalam banyak hal, Prof Rokhmin yang kini menjadi ‘penasehat ahli’ Pemkot Baubau mulai memetakan persoalan-persoalan SDM dan SDA Kota Baubau ini untuk kemudian ia membuat redesaan pemetaan tentang konstruksi pembangunan perkawasan dengan menyesuaikan regulasi yang sudah ada sebelumnya dengan prinsip-prinsip pemerintahan modern dan pelayanan masyarakat yang berkualitas.

Mantan menteri di era pemerintahan Gus Dur dan Megawati, punya pengalaman untuk terlibat dalam konsultan pembangunan di Pulau Xianmen – Tiongkok, telah melihat sebuah fenomena pergeseran tata kelola pembangunan daerah yang cocok di terapkan di Kota Baubau, sehingga kota ini ke depan memiliki dampak bagi kawasan Buton Raya dan sekitarnya.

“Intinya pasti akan digenjot kualitas SDM dengan sentuhan kelimuwan, keterampilan dan pengetahuan, tetapi juga dengan kualitas akhlak dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga filosofis ‘baldatun tayyibah warabbun gafur” benar-benar akan terwujud di kota ini. “paling tidak usulan kita budayakan salat jamaah di masjid-masjid, mulai ditanamkan sejak dini, termasuk menjadi program khusus bagi jajaran Pemkot Baubau, untuk menghidupkan aktivitas ini. Bukan hanya Muslimnya, tetapi semua agama benar-benar menjalankan agamanya sebaik-baiknya,” harap Rokhmin.

Secara global ceramah umum Prof Rokhim yang menjelaskan tentang posisi Indonesia di mata dunia dari waktu ke waktu dijelaskan secara ilmiah dan sederhana, sehingga mengundang respon postif dari peserta bahkan banyak diantaranya mengajukan pertanyaan, untuk mendapatkan penjelasan yang lebihb detail, tentang peningkatan kualitas SDM, tentang perekonomian dan majunya pembangunan di sebuah daerah.

Acara yang berakhir pada pukul 13.30 Wita ini dihadiri banyak kalangan, dari birokrasi, sejumlah elit politik, guru-guru dan kelompok pelajar, serta segenap elemen masyarakat di kota ini membaur menjadi satu dan begitu antusias mendengarkan duet ilmiah ini.