Garis Logo
images

TRIPIDA BAUBAU RAPAT JAMINAN KANTIBMAS, WARGA DIMINTA IKUTI 5 POINT HASIL RAPAT

Tiga lembaga pimpinan Daerah atau lazim disebut Tripida yang terdiri dari Pemkot Baubau, Kapolres Baubau dan Dandim 1413 Buton, semalam (30/3) di Rumah Jabatan Wali Kota Baubau menggelar pertemuan guna menyelesaikan persoalan Kantibmas sekaligus keinginan memberi rasa aman bagi segenap warga di kota ini.

Rapat yang dipimpin langsung Pj. Walikota, Dr. Ir. H. Hado Hasina, MT, Kapolres Baubau AKBP Daniel W. Mokhram, Dandim 1413 Buton Letkol Inf. Devi Darma Putera, yang dihadiri unsur pimpinan SKPD se Kota Baubau, Kapolsek, Camat Batupoaro, beberapa Lurah, tokoh masyarakat Wameo, tokoh pemuda Wameo, dan beberapa tokoh masyarakat kanakea.

Direlease Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Baubau, H. Idrus Taufiq Saidi, S.Kom., M.Si bahwa rapat Tripida dan unsur-unsur terkait berkaitan dengan upaya untuk memberi jaminan keamanan dan ketertiban masyarakat berkaitan dengan beberapa kejadian yang meresahkan bahkan menelan korban jiwa.

Dari pertemuan tersebut diperoleh beberapa point penting yang diharapkan dapat diindahkan oleh segenap masyarakat di kota ini diantaranya; (1). Pemberlakuan jaga malam di seluruh wilayah dalam kota. (2). Penyampaian kepada semua calon kandidat walikota yang memiliki posko dan ‘gode-gode’, bahwa batas kumpul tidak lebih dari pukul 20.00 wita, atau pukul 10.00 malam. (3). Bagi yang ditemukan masih nongkrong apalagi ada bukti Miras langsung di proses dan ditindaklanjuti oleh pihak Keamanan. (4). Membangun kesadaran bersama seluruh stakeholder untuk mengingatkan keluarga agar senantiasa menjaga keamanan. (5). Tidak terprofokasi keadaan yang tersebar lewat media sosial, apalagi postingan yang bersifat hoax (berita bohong) dan ujaran kebencian (hate speech).

Hal penting lainnya yang diperoleh dari pertemuan tersebut berdasarkan penggalian informasi yang dilakukan Polres Baubau diungkap antara lain;
(1). Telah ditangkap 5 orang yang diduga pelaku atau komplotannya dan sementara dalam proses interogasi pihak Polres. (2).Laporan Lurah dan RT di Kanakea menyebutkan jika pelaku bukan warga Kanakea, namun hanya tempat berkumpul atau basecamp-nya di Kanakea. (3) penyebab sering terjadinya hal-hal anarkis adalah minuman keras. (4) kejadian perseteruan diduga kasus lama yang pelakunya diduga dibawah umur 17 tahun.

Berkaitan dengan hal tersebut pihak keamanan dalam hal ini Polres Baubau berjanji akan mengusut tuntas permasalahan yaang tengah terjadi, dan jaminan kemananan ini juga dibantu aparat TNI, termasuk akan ada himbauan dan keputusan bersama Forkopimda tentang rencana pemberlakuan jaga malam. “Namun lebih dari itu yang kita harapkaan bersama adalah mari mengalang rasa persatuan dan kesatuan, menciptakan keamanan secara bersama-sama; serta mewujudkan nilai-nilai budaya saling menghormati dan menyayangi yang kita junjung bersama,” tandas Kapolres AKBP Daniel W. Mokhram.

Atas kejadian yang menelan korban jiwa seorang pelajar SMP pada malam jumat lalu, Walikota, Kapolres, Dandim dan segenap jajarannya mengungkapkan rasa keperihatinan dan belasungkawanya kepada segenap keluarga yang ditinggalkan.