Garis Logo
images

WALI KOTA DIBANGGAKAN KETUA KOMISI VIII DPR, RASA HARU IKUT MEWARNAI UPAYA ALIH STATUS STAI BAUBAU

Workshop yang digelar pihak STAI YPIQ Baubau Sabtu siang ini (12/5) di kawasan kampus STAI di Betoambari berbeda situasinya dengan kondisi ramah tamah yang digelar semalam di Rujab Wali Kota Baubau kendati dengan isu yang sama, yakni alih status menjadi kampus negeri untuk kampus hijau tersebut.

Di release Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Baubau, H. Idrus Taufiq Saidi, S.Kom., M.Si bahwa perbedaan kondisi tersebut terlihat dari pemaparan Ketua Komisi VIII DPR-RI, Dr. H. Ali Taher Paresong, M.Hum yang memuji Wali Kota Baubau sebagai kepala daerah yang memiliki kompetensi sebagai pemimpin, dan memiliki niat luhur mensejahterakan warganya.

“Saya benar-benar membanggakan Wali Kota Baubau ini, kendati statusnya sebagai penjabat tetapi komitmen dan kompetensinya tak perlu diragukan. Andai saja saya ketua umum partai, seperti beliaulah sejatinya calon kepala daerah yang harus diusulkan,” ujar Ali Taher dalam paparannya disambut tepuk riuh hadirin.

Tak hanya membanggakan, Dr. Ali Taher yang dikenal sebagai putera Flores Timur ini beberapa kali terdengar berpidato dalam suasana haru, menyiratkan suasana menangis sebagai tanda kekaguman atas keislaman negeri Butini. “banyak daerah yang telah saya kunjungi, tetapi Buton begitu melekat di hati saya. Doakan agar semua cita-cita kita untuk mengalihstatuskan kampus STAI YPIQ Baubau segera terlaksana menjadi kampus negeri,” tegasnya.

Yang membuatnya terharu kata Ali Taher, karena keislaman di Buton selain sebagai Islam yang progresif juga Islam yang sufistik. Karena dasar itu, ia menjelaskan jika kampus islam lainnya di Indonesia biasanya diusul bertahun-tahun menjadi kampus negeri, maka Baubau Insha Allah hanya dalam waktu dua bulan ke depan,” sambutnya.

Ia juga mengingatkan kepada semua pihak di Kota Baubau bahwa mencapai sebuah target harus memiliki empat hal, yakni; doa, ikhtiar, takdir dan juga sedekah. “semua akan saya lakukan untuk kepentingan Islam di negeri ini, saya benar-benar amat berbangga bisa berada di negeri Buton,” ujarnya sembari mengulang janjinya untuk segera mewujudkan Baubau sebagai kampus negeri.

Workshop yang bertema Alih status STAI YPIQ Baubau menjadi STAIN dalam rangka peningkatan SDM guna mendukung terwujudnya Provinsi Kepulauan Buton, di moderatori Ketua STAI Baubau, Dr. Tasdik, SH., MH, dengan tiga pembicara sekaligus yakni Ketua Komisi VIII DPR-RI, Kakanwil kementerian Agama Sultra, Dr. H. Abdul Kadir, M.Ag dan Wali Kota Baubau, Dr. Ir. Hado Hasina MT yang dihadiri langsung ketua DPRD Kota Baubau, Kamil Adi Karim, SP dan Ketua Yayasan YPIQ Baubau, Drs. Muhtazar Ntewo.

Muhtazar Ntewo sebagai ketua yayasan menjelaskan jika pihaknya tulus dan ikhlas menyerahkan STAI Baubau untuk dinegerikan demi kemaslahatan pendidikan di kawasan kepulauan Buton mengingat sejarah panjangnya yang berawal sebagai kampus negeri filial dari IAIN Makassar. Sementara Kakanwil Kementerian Agama Sultra, Dr. Abdul Kadir memamaparkan jika regulasi dari Kementerian Agama sudah cukup untuk mengusulkan alih status kampus tersebut.

Bahkan kadir dalam paparannya merasa berbangga dikelilingi para gajah besar. Gajar besar pertama yakni Ketua Komisi VIII yang punya keputusan politik untuk menegerikan STA Baubau, juga Wali Kota dan ketua DPRD Baubau yang punya komitmen untuk memberikan dukungan dan fasilitas dalam penegerian kampus tersebut.

Sementara itu wali Kota Baubau dalam paparannya menjelaskan komitmen untuk mendukung sepenuhnya penegerian kampus tersebut dalam waktu yang tidak terlalu lama, khususnya di tahun ini. Sementara berkaitan dengan materi workhshop ia mengurai tentang konsep kesadaran (consioussness) manusia. Yakni; kesadaran dengan kompentensi; kesadaran dengan ketidakkompoten dan tidak sadar jika tidak mampu tetapi oleh publik dinilai mampu. (uncufined competent).

“yang ketiga ini yang dicari, agar kita benar-benar mengahsilkan sesuatu dengan niat ikhlas. Apalagi sekarang telah ada pergeseran paradigama manajemen sumber daya manusia, dari human relation menjadi human capital. Kesemua itu haarus dipahami, dan kita juga butuh human advanted berkaitan denga riset-riset, karenanya Pemkot Baubau berkomimetmen terhadap SYTAIN Baubau ini ke depan, karena kampus inilah akan banyak dilahikan riset-rest berkaian dengan kepentingan daerah, bangsa dan negara,” tandas wali kota yang juga Kadis Prhubungan Pemprop. Sultra ini.

Wali Kota Hado Hasina juga mengingatkan tujuan pembangunan Kota Baubau yang disebutnya Atumpu Yincana Mangamia Bhari; Untuk Kepuasan Publik (Customer Satisfaction) yang memudahkan orang mencari kerja di Kota Baubau. Karena itu pihaknya mengembangkan pembangunan di Baubau dalam dua aspek yakni Batiniah dan lahiriah, yang juga telah dicerminkan dengan kehadiran Kesultanan Buton masa lalu hingga kini.

Workshop ini berakhir dan dilanjutkan dengan shalat duhur berjamaah di masjid STAI YPIQ Baubau. Acara ini dihadiri segenap elite di Kota Baubau dan ratusan mahasiswa dan civitas academika STAI Baubau.