Garis Logo
images

WALI KOTA HADO HASINA JADI KHATIB JUMAT DI MASJID RAYA BAHAS KEPEMIMPINAN DALAM KONSEP ISLAM DAN KEBUTONAN

Penjabat Wali Kota Baubwu, Dr.Ir.Hado Hasina,MT memanfaatkan masa kepemimpinannya tidak saja melakukan tugas rutinitas sebagai penyambung jalannya roda pemerintahan, tetapi juga aktif dalam aktivitas dakwah keagamaan. Seperti jumat siang ini (6/4) tampil menjadi khatib jum'ah di Masjid Raya Kota Baubau.

Direlease Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Baubau, H. Idrus Taufiq Saidi, S.Kom, M.Si bahwa dalam dakwahnya wali kota Hado Hasina banyak mengurai tentang konsepsi persaudaraan dan kepemimpinan di Buton yang termat bersesuaian dengan ajaran agama Islam. "Umat Muslim atau kita semua penting memahami konsepsi persaudaraan di dalam Islam yang disebut sebagai ukhuwah Insaniah, yakni persaudaraan antar seluruh lapisan masyarakat, tidak membeda-bedakan suku, ras, golongan dan agama. Oleh karena itu sejatinya masyarakat Kota Baubau harus hidup rukun, damai dan senantiasa membangun sikap toleran dan saling menghor,ati satu sama lainnya," ujar wali kota.

Pokok pikiran lainnya yang disampaikan wali kota Hado Hasina dalam khutbahnya berkaitan dengan tugas penting pemerintajan yang bertumpu pada 3 hal, yakni ikhlas dalam bekerja. Maksudnya; apapun aktivitas pekerjaan harus dibarengi dengan keikhlasan bukan semata-mata karena menginginkan jabatan atau yang lainnya.

Hal kedua bahwa seorang aparatur pemerintah bekerja secara profesional, dimana keahlian disesuaikan dengan kompetensi yang dimiliki dengan membangun kerjasama semua pihak. Tidak bekerja sendiri-sendiri, sebagaimana layaknya pemain sepak bola profesional. Ketiga bahwa dalam melaksanakan semua aktivitas keseharian baik aparat maupun masyarakatnya berlandaskan pada falsafah masyarakat Buton yang dikenal dengan sara pataanguna, juga kepada sara ogena, sara kidiina dan lain sebagainya.

Berkaitan dengan itu pula, wali kota Hado dalam khutbahnya memaparkan 5 prinsip sukses yang diterjemahkannya ke dalam bahasa Buton. Itu yang dinalarkan wali kota bertalian tugas tugas kepemimpinan di kota ini.

"Pemimpin itu harus memiliki kepekaan dan kepercayaan terhadap masyarakatnya (trust), pemimpin Muslim itu harus dapat mengembangkan ekonomi ummat agar dapat meningkatkan kesejahteraan umat yang dipimpinnya," ujarnya.

Di akhir khutbahnya, wali kota Hado Hasina menghimbau kepada seleuruh elemen masyrkat Kota Baubau untuk tetap menjaga kondusivitas kota ini, menghilangkan semua prasangka negatif, kecurigaan dan lain sebagainya.