Garis Logo
images

WALI KOTA PANEN RAYA JAGUNG HIBRIDA DI WONCO TERINSPIRASI DESA WISATABERBASIS PERTANIAN

Budidaya jagung hibrida digelar Sabtu pagi ini di balai benih Wonco Ngkari-ngkari, 24 Maret 2018 dihadiri langsung Wali Kota Baubau, Dr.Ir.H.Hado Hasina,MT, - Dandim 1413 Buton Letkol. Davy Darma Putra, Kasat Bimas mewakil Kapolres Baubau, Sekot Baubau Dr. Roni Muhtar,Mpd dan sejumlah pimpinan SKPD di kota ini.

Kadis Pertanian Kota Baubau, Ir Bahara,M.Si dalam sambutan awalnya mengemukakan jika panen ini bagian dari program pembudidayaan padi, jagung dan kedele (pajale) yang digencarkan pihaknya, yang ditanam sejak Desember tahun 2017 lalu.

Kedepan kata Ir. Bahara untuk penanaman bulan April mendatang akan disiapkan lahan sekitar 2 hektar, sementara masyarakat yang menanam juga akan diberikan bantuan bibit. "Soal pasar tidak ada masalah, tinggal masalah tradisonal saja seperto hama dan sebagainya," kata Ir. Bahara.

Dandim 1413 Buton yang ikut memberikan sambutan mengemukakan jika TNI AD sudah memiliki MoU dengan Menteri Pertanian terkait pendampingan dalam pembudidayaan Pajale, sebagai bagian dari program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden RI.

"Namun begitu TNI AD tidak bisa jalan sendiri, harus komprehensif bekerjasama semua pihak yang terlibat untuk pendampingan dari proses hingga panen, bahkan selesai panen harus didampingi lagi agar terhindari dari permainan tengkulak, tetapi terserap ke Bulog, selanjutnya ke penanaman lagi. Siklusnya seperti itu," tandas Dandim.

Karena itu petani bisa mengemukakan masalahnya dengan menghubungi para Babinsa, sebab Babinsa diberikan tugas sebagai pendamping dalam program-program pertanian. "Satu kelompok tani didampingi satu Babinsa, sebab petani itu adalah pejuang-pejuang pangan. Petani kita harus kaya, bukan tengkulak," lapor Dandim ke wali kota.

Hal lain disampaikan Kasat Bimas Polres Baubau, AKP Syahrir berkaitan dengan Upsus SIWAB (Upaya khususSapi induk wajib bunting) yang merupakan MoU antara Menteri Pertanian dengan Polri. Untuk Baubau sudah dilakukan pertama kali di Aula Kantor Wali kota. Ini juga berkaitan dengan swaswmbada pangan khusunya penyediaan daging.

Khusus di Kecamatan Bungi disebutkan banyak pengiat sapi baik sebagai peternak dan pedagang, harus punya pertimbangan serius ketika hendak menjual untuk melihat perkembangan populasi sapi. "Setidaknya punya anak 4-5 ekor dulu baru bisa dijual. Jangan sampai kita impor sapi lagi dari luar negeri. Itu target utama dari Upsus SIWAB ini," tandas AKP Syahrir.

Sementara itu Wali Kota Baubau, Dr. Ir. H. Hado Hasina, MT dalam sambutannya mengemukakan panen sesuatu yang harus disyukuri sebagai nikmat Allah, apalagi panen kita meliputi 2,45 hektar secara matematis sudah menghasilkan nilai ekonomis yang tinggi, apalagi ada jaminan pemerintah melalui Upsus di bidang pangan.

"Ini adalah rahmat Tuhan yang harus disyukuri, bersabar belum bisa mendapat rezeki. Karenanya tetap fokus mengurus pertanian kita, apalagi kedepan Pemkot akan membuat vocal point berkaitan kampung wisata berbasis pertanian. Ada pembibitan hingga panen, ini yang kita berjual berkaitan pengelolaan kepariwisataan di Kota Baubau," tandas wali kota.

Intinya Hado Hasina berjanji akan memberikan kebijakan optimal untuk mensejahterakan petani melalui masa tuhasnya yang singkat. "Kalau punya lahan 1 hektar minta bibit, minta pendampingan ke TNI. Pemerintah akan menfasilitasi dan mendampingi, karenanya tetap pandai bersyukur, saya janji kalau kawasan ini bisa jadi vocal point itu, sy upayakan kehadiran laboratoriumnya,"tandasnya.

Hal lain yang dibahas wali kota menyangkut pengelolaan daya listrik yang harus lebih ditingkatkan agar listrik juga Baubau bisa dijual ke daerah lain. Sementara menyangkut Pilkada, wali kota mengingatkan agar bisa memilih pemimpin dengan baik, berkualitas, jangan menerima uang, jangan golput. Agar Kota Baubau bisa lebih baik dan didatangai banyak orang.