Garis Logo
images

WALIKOTA : SPIRIT WARGA KKSS ITU PATUT DICONTOH

Penjabat Wali Kota Baubau, Dr. Ir. H. Hado Hasina, MT mengapresiasi kehadiran lembaga Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) yang Sabtu kemarin (24/2) menggelar pelantikan kepengurusan sekaligus menggelar musyawarah kerja organisasi periode 2018-2023 di gedung Pancasila Baubau

Menurut wali kota dalam sambutannya, hal yang perlu di contoh dari warga KKSS adalah spirit kehidupannya. “antara pemerintah dan KKSS itu punya mimpi sama, ingin agar Baubau ini terus berkembang menjadi kota yang maju dan berakembang dari waktu ke waktu. Saya salut dan kita perlu mencontoh spirit warga KKSS, apalagi selalu mampu beradaptasi, mengokohkan kebersamaan dengan warga-warga lainnya, tanpa kehilangan identitas adat dan budayanya,” kata Hado Hasina.

Pada kesempatan ini, penjabat wali kota ini juga mengadaptasi kesamaan filosofi sosial antara Buton dan Sulawesi Selatan, sebagai sebuah haramoni kehidupan untuk membangun sumber daya dan Kota Baubau pada umumnya, seperti; siapakatuo (saling menghidupi), Sipakatuo (saling menghidupi), sipakatokkong (saling meneguhkan), Sipakainge’ (saling mengingatkan) dan sipakalebbi (saling memuliakan), dengan filsafat sosial Pomae-maeka (saling menghormati) Popia-piara (saling menjaga perasaan), Pomaa-maasiaka (saling menyanyangi) dan Poangka-angkataka (saling mengangkat derajat).

Berkaitan dengan persoalan pembangunan, wali kota Hado Hasina memaparkan sejumlah program-programnya dalam kurun waktu ia menjabat, termasuk menyediakan akses-akses point yang akan dikerjakannya dalam waktu singkat.
Sebelumnya, Ketua BPD KKSS Kota Baubau, Haryono Hafied, SE menjelaskan jika warga KKSS memimliki komitmen besar unuk terlibat dalam proses pembangunan di Kota Baubau. Sembari menegaskan jika kehadiran KKSS bukan untuk tujuan politik.

“Secara tegas, saya sampaikan dihadapan kita semua, bila KKSS hadir dalam kevakumannya selama kurang lebih 7 tahun bukan untuk kegiatan politik, dan tidak berpolitik. Jika momentnya hampir bersamaan, hanya secara kebetulan saja. Soal pilihan di tahun politik ini, saya serahkan ke masing-masing warga untuk memilih sesuai dengan hati nuraninya,” pungkas Haryono.

Organisasi KKSS ini kembali dihidupkan semata tujuan kebudayaan dan kesejahteraan sosial, dengan prinsip-prinsip kebhinnekaaan. Haryono hanya meminta ia dicintai warganya, untuk menahkodai organisasi ini. “Jika saya tak berguna di organisasi, saya siap mundur. Tetapi saya hanya berharap cintai saya, agar tujuan mulia ini tercapai,” pesannya.

Sebagai bentuk komitmen KKSS, ia mengundang semua pihak yang akan berkompetisi di Pilkada Baubau, termasuk kehadiran sejumlah tokoh masyarakat Buton, sebagai bentuk kekerabatan dan kebersamaan, termasuk menghadirkan pemateri yang berkaitan dengan hubungan budaya Buton dan Sulawesi Selatan di masa lalu.

Sejumlah anggota Forum Pimpinan Daerah, Sekot Baubau Dr. Roni Muhtar dan pimpinan SKPD juga hadir di acara ini, termasuk ketua BPW KKSS Sulawesi Tenggara, Drs Nurdin Tompo yang melantik kepengurusan KKSS Baubau yang dinahkodai Haryono Hafied, SE sebagai ketua; H. Andi Hamzah, S.Sos, M.Si sebagai Sekretaris dan H. Abidin sebagai Bendahara.