Garis Logo

DEMOGRAFI

Pertumbuhan dan Distribusi Penduduk

Peran Kota Baubau sebagai pusat aktifitas dan perekonomian masyarakat di wilayah Sulawesi Tenggara bagian Kepulauan, menyebabkan perbedaan yang cukup signifikan antara jumlah penduduk siang dan malam karena besarnya jumlah penduduk komuter dari beberapa daerah disekitarnya. Dari hasil pendataan BPS jumlah penduduk tetap non komuter di Kota Baubau dari Tahun ke Tahun terus mengalami peningkatan. Selama kurun waktu 6 (lima) Tahun terakhir (2011–2016) tercatat Tahun 2011 sebanyak 139.717, Tahun 2012 sebanyak 143.363, Tahun 2013 sebanyak 145.427, Tahun 2015 sebanyak 154.877 jiwa, dan Tahun 2016 sebanyak 158,271 jiwa yang terdiri atas 78.271 jiwa penduduk laki-laki dan 80.070 jiwa penduduk perempuan. Dibandingkan dengan sensus penduduk tahun 2010 jumlah penduduk kota Baubau tahun 2016 mengalami pertumbuhan sebesar 2,41 persen.

Perbandingan penduduk perempuan dengan penduduk laki-laki atau   rasio jenis  kelamin  tahun 2016 sebesar  97 persen yang berarti setiap 100 orang penduduk perempuan terdapat 97 orang laki-laki. Bila dilihat dari jumlah penduduk per kelompok umur maka dapat diketahui bahwa penduduk terbanyak berada pada usia 0 – 4 tahun dan jumlah penduduk paling sedikit pada usia 60 – 64 tahun. Kepadatan penduduk di Kota Baubau tahun 2016 mencapai 540 jiwa/km2. Kepadatan Penduduk di 8 kecamatan cukup beragam dengan kepadatan penduduk tertinggi terletak di kecamatan Batupoaro dengan sebesar  74  jiwa/Km2.  Jumlah  rumah tangga pada tahun 2016 sebanyak 33.810 atau meningkat 2,19 persen dari tahun 2015. Hal tersebut dikarenakan perubahan luas wilayah.

KETENAGAKERJAAN

Jumlah angkatan kerja Kota Baubau tahun 2015 sebesar 70.332 orang, dengan jumlah yang bekerja sebesar 65.292 orang dan menganggur sebanyak 5.040 orang. Jika dilihat dari jenis kelamin jumlah pengangguran perempuan lebih besar di bandingkan laki  –  laki. Tingkat Pengangguran di Kota Baubau sebesar 7,17 persen, sedangkan tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 66,40 persen. Bila dilihat dari lapangan usaha dan jenis kelamin (Tabel 3.2.4) dapat diketahui bahwa jumlah pekerja terbanyak terdapat pada sektor jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan yaitu 8.939 orang laki-laki dan 8.217 orang perempuan. Dari 65.292 orang yang bekerja dapat diketahui bahwa sebagian besar tenaga kerja yaitu 27.271 orang berstatus sebagai buruh/pegawai atau karyawan.