Garis Logo

GEOGRAFIS

Pada awal berdirinya wilayah Kota Baubau terdiri dari 4 (empat) kecamatan, kemudian    pada tahun 2006 mekar menjadi 6 (enam) kecamatan, setelah itu di  akhir  tahun 2008 menjadi  7  (tujuh) kecamatan  dan  di  tahun  2012  sampai 2016 menjadi 8 (delapan) kecamatan.

Luas wilayah Kota Baubau mengalami perubahan menjadi 293,18 km2. Salah satu faktor penyebab pertambahan Luas kota Baubau adalah reklamasi  pantai.  Kota  Baubau  terdiri dari 8 kecamatan  dengan  luas  wilayah per kecamatan sebagai berikut :

1.   Betoambari 31,40km²;

2.   Murhum 6,09 km²;

3.   Batupoaro 1,68 km²;

4.   Wolio 33,56 km²;

5.   Kokalukuna 16,85 km²;

6.   Sorawolio 111 km²;

7.   Bungi 59,20 km², dan

8.   Lea-Lea 33,40 km².

 Kota Baubau terdiri dari 8 kecamatan dan 43 kelurahan yaitu:

  • Kecamatan  Betoambari   terdiri dari 5 kelurahan antara lain: Sulaa, Waborobo, Labalawa, Lipu, dan Katobengke.
  • Kecamatan Murhum terdiri dari 5 kelurahan antara lain: Baadia, Melai, Wajo, Lamangga, dan Tanganapada
  • Kecamatan Batupoaro terdiri dari 6 kelurahan antara  lain : Bone- bone, Tarafu, Wameo, Lanto, Kaobula, dan Nganganaumala.
  • Kecamatan Kokalukuna terdiri dari 6 kelurahan antara lain: Liwuto, Waruruma, Sukanayo, Lakologou, Kadolo, dan Kadolomoko.
  • Kecamatan Wolio terdiri dari 7 kelurahan antara lain: Bataraguru, Tomba, Wale, Batulo, Wangkanapi, Kadolokatapi dan Bukit Wolio Indah.
  • Kecamatan Sorawolio terdiri dari 4 kelurahan antara lain: Karya Baru, Kaisabu Baru, Gonda dan Bugi.
  • Kecamatan  Bungi  terdiri  dari  5 kelurahan antara lain: Liabuku, Waliabuku, Ngkari - ngkari, Tampuna dan Kampoenaho.
  • Kecamatan Lea-lea terdiri dari 5 kelurahan antara lain: Kantalai, Kalia-lia, Kolese, Lowu-lowu dan Palabusa.

Kondisi topografi daerah Kota Baubau pada umumnya memiliki permukaan yang bergunung, bergelombang dan berbukit-bukit. Di antara gunung dan bukit–bukit terbentang dataran yang merupakan Sungai tersebut melewati Kecamatan Wolio, Kecamatan Murhum dan Kecamatan Batupoaro. Sungai tersebut pada umumnya memiliki potensi yang dapat dijadikan sebagai sumber tenaga listrik, pertanian, perikanan, kebutuhan industri, kebutuhan  rumah  tangga dan pariwisata.

KEADAAN IKLIM

Berdasarkan catatan Stasiun Meteorologi Betoambari suhu udara di Kota Baubau pada tahun 2016 berkisar antara 22,8 0C sampai dengan 33,70C.  Suhu terendah  terjadi pada  bulan Agustus sedangkan suhu tertinggi terjadi pada bulan Januari.  Sementara itu, rata-rata tekanan udara selama tahun 2016 tercatat antara 1.011,60 mb – 1.014,80 mb. Tekanan terendah terjadi pada  bulan  Desember dan tertinggi pada bulan Agustus sedangkan rata-rata kecepatan angin tertinggi terjadi pada bulan Januari sebesar 3,3 knot.  Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh Stasiun Metereologi Betoambari Kota Baubau sepanjang tahun 2016 terjadi hujan. hujan 204,2 dan 260,2 mm. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Februari yaitu 432,5 mm dengan lama hujan sebanyak 21 hari.