Garis Logo

 PROFIL

Kota Baubau berada di Pulau Buton yang terletak di sebelah tenggara jazirah Pulau Sulawesi. Pulau ini diapit oleh lautan, yaitu Laut Banda di sebelah utara dan timur, kemudian Laut Flores di sebelah selatannya, sedangkan di sebelah barat terdapat Selat Buton dan Teluk Bone 

Gambar 1. Peta Keletakan Pulau Buton

Keletakan Pulau Buton yang berada di sebelah tenggara Pulau Sulawesi

Dari sisi letak secara nasional, Kota Baubau merupakan kota yang memiliki letak strategis. Kota Baubau adalah daerah penghubung (connecting area) antara Kawasan Barat Indonesia (KBI) dengan Kawasan Timur Indonesia (KTI). Selain itu bagi masyarakat daerah hinterlandnya (Kabupaten Buton, Kabupaten Muna, Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Bombana, Kabupaten Buton Tengah dan Kabupaten Buton Selatan), Kota Baubau berperan sebagai daerah akumulator hasil produksi dan distributor kebutuhan daerah tersebut. Kota Baubau yang berada pada Selat Baubau dan merupakan mulut Tenggara dari wilayah Laut Teluk Bone berada pada pergeseran titik episentrum ekonomi kelautan kawasan pasifik sebagai masa depan bagi pertumbuhan kawasan Timur Indonesia.

Dalam rangka desentralisasi wewenang (otonomi daerah), maka pembangunan Kota Baubau berbasis kepulauan untuk membangun masa depan dengan memanfaatkan nilai strategis Kota Baubau yang terletak pada Kawasan Wallacea dan pusat segitiga karang dunia (coral triangle). Posisi geografis yang stategis ini juga menjadikan Baubau memiliki peranan  penting dalam jalur pelayaran nasional dan berkembang sebagai pusat aktifitas penduduk terutama di sektor perdagangan dan jasa. Pelabuhan di kota ini berfungsi sebagai jalur transit atau persinggahan yang menghubungkan jalur pelayaran antara Makassar, Maluku dan Papua. Bahkan peranannya sebagai pelabuhan transit telah berlangsung sejak abad 16 pada masa Kesultanan Buton.