SELAMAT DATANG DI PEMERINTAH KOTA BAUBAU
SEKTOR PEMBANGUNAN
Pemberdayaan Masyarakat

PNPM - P2KP

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaaan (PNPM-MP) yang sebelumnya disebut Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) untuk Kota Baubau dilaksanakan sejak tahun 2004 sebagai suatu upaya pemerintah untuk membangun kemandirian masyarakat dan pemerintah daerah dalam menanggulangi kemiskinan secara mandiri. Program ini sangat strategis karena menyiapkan landasan kemandirian masyarakat berupa institusi kepemimpinan masyarakat yang representative, mengakar dan menguat bagi perkembangan modal sosial (social capital) masyarakat di masa mendatang serta menyiapkan kemitraan masyarakat dengan pemerintah daerah dan kelompok peduli setempat.

Lembaga kepemimpinan masyarakat yang mengakar, representative dan dipercaya (secara generik disebut Badan Keswadayaan Masyarakat atau disingkat BKM) tersebut dibentuk melalui kesadaran kritis masyarakat untuk menggali kembali nilai-nilai luhur kemanusiaan dan nilai-nilai kemasyarakatan sebagai pondasi modal sosial (capital social) kehidupan masyarakat.

Dengan demikian, BKM selain diharapkan mampu menjadi wadah perjuangan kaum miskin dalam menyuarakan aspirasi dan kebutuhan mereka, sekaligus menjadi motor bagi upaya penanggulangan kemiskinan yang dijalankan oleh masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan, mulai dari proses penentuan kebutuhan, proses penyusunan program, pelaksanaan program hingga pemanfaatan dan pemeliharaan.

Tiap BKM bersama masyarakat telah menyusun Perencanaan Jangka Menengah Program Penanggulangan Kemiskinan (PJM Pronangkis) secara partisipatif, sebagai prakarsa masyarakat untuk menanggulangi kemiskinan di wilayahnya secara mandiri. Atas fasilitasi pemerintah dan prakarsa masyarakat, BKM-BKM ini mulai menjalin kemitraan antara masyarakat dengan pemerintah daerah dan kelompok peduli setempat.

Sejak pelaksanaan P2KP hingga pelaksanaan PNPM-MP saat ini telah terbentuk 38 BKM yang tersebar di 7 kecamatan di kota Baubau, telah memunculkan lebih dari 1.000 relawan-relawan dari masyarakat setempat, serta telah mencakup 13.884 orang pemanfaat (penduduk miskin), melalui 2776 KSM.

Mempertimbangkan perkembangan positif P2KP tersebut, Pemerintah Indonesia telah menetapkan kebijakan untuk memperluas jangkauan wilayah dan keberlanjutan pelaksanaan P2KP, dengan mengalokasikan tambahan dana yang cukup signifikan.

Mulai tahun 2007 P2KP di Baubau menjadi bagian dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat PNPM) Mandiri, oleh sebab itu mulai tahun ini PNPM Mandiri P2KP diarahkan untuk mendukung upaya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan pencapaian sasaran Millennium Development Goals (MDGs).

NUSSP ( Neighborhud Upgrading and Shelter Sector Project )

Dalam mengatasi masalah perumahan dan permukiman Pemerintah Kota Baubau bekerja sama dengan pemerintah pusat melaksanakan NUSSP ( Neighborhud Upgrading and Shelter Sector Project ) yang pelaksanaannya dimulai tahun 2005 sampai dengan tahun 2008. yang didanai oleh Asian Bank Developmant melalui Dirjen Ciptakarya. Dengan porsi pendanaan 90% Porsi Pusat yang dihibahkan ke daerah. Cakupan program NUSSP ini  pada tahun 2006 meliputi Kec. Betoambari : Kelurahan Sulaa, Kelurahan Lanto, Kelurahan Katobengke, Kelurahan Nganganaumala, Kec. Bungi : Kelurahan Palabusa, Kec. Wolio : Kelurahan Bataraguru, Kelurahan Tomba, Kelurahan Lakologou, Tahun 2007 meliputi Kec. Betoambari : Kelurahan Lipu, Kelurahan Waborobo, Kec.Murhum : Kelurahan Baadia, Kelurahan Bone - Bone, Kelurahan Melai, Kelurahan Wajo, Kec. Kokalukuna : Kelurahan Waruruma, Kec. Wolio : Kelurahan Kadolokatapi, Kelurahan Wangkanapi, dan pada tahun 2008 meliputi Kec. Sorawolio : Kelurahan Bugi, Kelurahan, Karya Baru, Kelurahan Kaisabu Baru, Kelurahan Gonda Baru, Kec. Bungi : Kelurahan Kalia-lia, Kelurahan Kampeonaho, Kelurahan Kolese, Kelurahan Liabuku , Kelurahan Lowu - Lowu.

New Site Development (NSD) Program NUSSP

Program NSD dimaksudkan untuk menyediakan kawasan baru yang siap huni, khususnya  bagi komunitas masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) kurang lebih 1.500 KK yang menempati kawasan kumuh yang terletak di Kelurahan Lanto, Nganganaumala, Wameo, Tarafu dan Bone-Bone kecamatan Murhum serta di Kelurahan Bataraguru, Tomba dan Wale Kecamatan Wolio.

Tujuan dikembangkannya NSD ini adalah untuk mengurangi dan mencegahbertambahnya kawasan kumuh di kawasan perkotaan dengan cara menyediakan kawasan permukiman baru.

Alokasi ruang ditetapkan pada lahan kasiba-Lisiba di Kelurahan Sulaa Kecamatan Betoambari untuk tahap I seluas 2,5 Ha dan diharapkan luasan dapat mencapai 10 Ha. Untuk pengembangan program NSD ini akan diarahkan pada lahan-lahan yang telah ditetapkan sebagai kasiba lisiba dan kecamatan-kecamatan sesuai dengan arahan RP4D Kota Baubau.

LINKS
KECAMATAN
WEBSITE DINAS & INSTANSI
BERITA
bappeda | 2017-07-25 00:00:00
kominfo | 2017-05-25 12:00:00
dinkes | 2017-05-18 00:00:00
Copyright 2009 - 2017 Pemerintah Kota Baubau
Alamat Kantor Pemkot : Jl Palagimata kel. Lipu, Baubau, Sulawesi Tenggara
helpdesk@baubaukota.go.id
+6240421011
Top